bayi prematur

Apa Itu Bayi Prematur Dan Bagaimana Penanganannya ? Baca Selengkapnya Di Sini

Bayi Prematur – Tidak seorang pun calon orang tua yang menginginkan anaknya terlahir terlalu dini atau prematur. Betapapun, dari sisi medis pun, kelahiran prematur merupakan hal yang tidak diingini. Semua sepakat agar kelahiran bayi diusahakan untuk tepat pada waktunya. Bagi masyarakat awam, belum banyak yang mengetahui apat itu bayi prematur. Blogosehat pada kesempatan kali ini ingin memberikan wacana seputar Bayi Prematur.

Pengertian Bayi Prematur

Secara umum, presepsi masyarakat mengenai bayi prematur adalah bayi yang terlahir terlalu cepat atau sebelum waktunya. Memang benar, yang disebut dengan bayi prematur menurut WHO adalah bayi yang dilahirkan sebelum menginjak usia 37 minggu yang dihitung dari siklus atau periode terakhir menstruasi.

Kelahrian Prematur memang masih ada saja hingga saat ini. Bahkan berdasarkan data yang kami himpun pada tahun 2010 saja di negara berkembang terdapat 9,6% bayi yang mengalami kelahiran prematur dari sekitar 12 juta kelahiran. Di Indonesia juga demikian, namun berapa prosentasenya kita belum bisa memperoleh data yang valid.

Penyebab Kelahiran Prematur

Lupakan soal data, kita kembali kepada Bayi Prematur. Pernyataan bersar di dalam pikiran kita, mengapa bisa terjadi kelahiran secara prematur dan juga faktor apa saja yang mempengaruhinya ? Berikut ini beberapa faktor yang kemungkinan besar berkontribusi dalam memunculkan kelahiran prematur.

  • Tidak rutin memeriksakan diri saat hamil
  • Perokok berat (tidak berhenti merokok saat hamil)
  • Alkoholik (Sering mengkonsimsi alkohol)
  • Kekerasan baik fisik, seksual ataupun emosional
  • Pengguna Narkoba dan obat – obatan terlarang
  • Depresi atau mengidap stres berat
  • Kelelahan karena kesibukan yang membuat berdiri terlalu lama

Selain gaya hidup, terdapat juga beberapa faktor medis yang ikut menjadi penyebab kelahiran premtur bisa terjadi.

  • Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes Militus
  • Infeksi penyakit termasuk penyakit menular seksual
  • Jeda kelahiran yang sangat dekat
  • Memiliki riwayat prematur pada kelahiran sebelumnya
  • Kelainan pada uterus
  • Malnutrisi
  • Gangguan pembekuan darah

Penyabab yang dapat menjadikan kelahiran prematur sedapat mungkin harus dijauhi baik sebelum, terlebih lagi ketika hamil. Gaya hidup yang tidak sehat bisa kita hindari dan penyakit yang bisa memicu bisa kita obati sedini mungkin. Namun demikian, terdapat beberapa faktor resiko yang cukup tinggi dimana seorang wanita dapat mengalami persalinan prematur.

  1. Riwayat prematur pada kelahiran sebelumnya
  2. Kehamilan kembar dua, tiga atau lebih
  3. Kelainan Uterus atau Serviks
  4. Wanita kulit hitam (tanpa diketahui secara ilmiahnya)

Resiko Bayi Prematur

resiko bayi prematur

 

Apakah bayi prematur tetap sehat ? Kondisi kesehatan dan timbulnya resiko terhadap bayi prematur sangat ditentukan dari usia kehamilan. Semakin dini usia bayi yang lahir, maka resikonya akan semakin besar. Begitu juga sebaliknya. Berikut ini beberapa Resiko yang kemungkinan bisa dialami oleh bayi yang terlahir secara prematur.

  • Sesak Napas – Biasanya hal yang dialami oleh bayi prematur yaitu sesak napas. Hal ini karena sistem pernapasan (paru – paru) belum matang. Sesak napas juga bisa terjadi akibat sistem duktus arteriosus (pembuluh paru) yang gagal menutup, sehingga terjadi peningkatan jumlah darah yang masuk.
  • Lupa Napas – Tidak sama dengan sesak napas, lupa napas yang sering disebut (apneu) yaitu kondisi dimana bayi berhenti bernapas selama beberapa detik (20 detik) yang diiringi dengan melemahnya detak jantung
  • Ikterus ( Bayi Kuning)Penyakit bayi kuning kerap kali dialami oleh bayi yang terlahir secara prematur karena organ hati yang belum sempurna. Sehingga, proses konjugasi dan pengeluaran bilirubin terhambat.
  • Pendarahan Otak – Sering disebut dengan istilah (Intraventricular Hemorrhage)
  • Kebutaan – Hal ini dikarenakan tidak normalnya pertumbuhan pembuluh darah pada mata

Tatalaksana Bayi Prematur

tatalaksana bayi prematur

Bayi Prematur tidak sama seperti bayi yang terlahir normal, ada banyak resiko yang sudah kita lihat diatas, kemungkinan bisa terjadi. Oleh karena itu, penanganan bayi prematur haruslah diperhatikan dengan baik. Biasanya perawatan bayi prematur di rumah sakit dilakukan di ruang khusus yaitu NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Berikut ini beberapa treatment atau pentatalaksanaan bayi prematur yang dilakukan untuk menyelamatkan dari kemungkinan – kemungkinan resiko yang dialami.

  • Perawatan bayi dilakukan di dalam Inkubator Bayi standar yang memiliki berbagai macam unit khusus
  • Oksigenasi yang cukup untuk membantu proses pernapasan bayi
  • Pertolongan hipotermia dengan menggunakan Infant Warmer untuk mencegah penurunan suhu tubuh bayi
  • Stabilitas suhu ruang inkubator disesuaikan pada 36,5° C – 37, 5 ° C
  • Terapi Ventilator apabila diperlukan untuk mengatasi gangguan napas
  • Pemberian cairan elektrolit dan minum per sonde (nutrisi parental)
  • Antibiotik apabila terdapat indikasi adanya infeksi pada bayi
  • Pengecekan kadar bilirubin dan terapi dengan lampu Fototerapi apabila terjadi kenaikan kadar bilirubin yang melampaui batas normal

Kapan Bayi Prematur Bisa Pulang ?

Mungkin terbesik pertanyaan di hati pembaca sekalian ketika sudah membaca sejauh ini. Pertanyaan yang sama, berapa lam bayi berada dalam inkubator ? Lalu bagaimana kondisi bayi prematur yang sudah melampaui kondisi darurat dan dinyatakan stabil oleh dokter ?

Hampir semua orang tua tidak tega melihat kondisi anaknya dirawat dalam inkubator. Selain itu, biaya perawatan untuk bayi prematu juga tidak sedikit. Hal ini jelas menimbulkan rasa ingin tahu, kapankah bayi boleh pulang dan dirawat dirumah ? Ada beberapa kriteria dimana tim dokter akan melakukan pemeriksaan dan pemantauan secara ketat.

Berikut ini beberapa kondisi yang sudah dicapai dalam perawatan bayi prematur yang sudah memenuhi syarat bisa dirawat dirumah.

  • Suhu tubuh bayi sudah stabil
  • Berat badan mencapai 1,8 kg – 2 kg
  • Sudah bisa minum dari mulut dengan baik
  • Terdapat kenaikan berat badan 20 hingga 30 gram setiap hari
  • Sudah tidak memerlukan obat – obatan khusus yang hanya bisa dilakukan dibawah pemantauan dokter
  • Orang tua sudah paham betul dengan segala kebutuhan yang harus dipenuhi untuk bayinya.
  • Sudah tidak memerlukan obat – obatan khusus yang hanya bisa dilakukan dibawah pemantauan dokter
  • Orang tua sudah paham betul dengan segala kebutuhan yang harus dipenuhi untuk bayinya.
  • Sudah tidak memerlukan obat – obatan khusus yang hanya bisa dilakukan dibawah pemantauan dokter
  • Orang tua sudah paham betul dengan segala kebutuhan yang harus dipenuhi untuk bayinya.

Apabila semua syarat – syarat tersebut sudah terpenuhi, biasanya dokter akan memberikan izin bayi bisa dibawa pulang dengan catatan, kontrol rutin dan harus segera tanggap dan membawa ke dokter apabila terjadi hal – hal yang membuat kesehatan bayi menurun.

4

No Responses

Write a response